18 Agustus 2009

Akibat mengikuti tren ?

Alkisah ada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Pasangan suami istri dan 2 anak laki-laki nya hidup berkecukupan dan bahagia.
Bertahun-tahun mereka jalani hidup dengan penuh suka dan duka, hingga suatu saat....

Sebuah demam tren baru melanda dunia. Satu situs pertemanan muncul dan menjadi amat sangat populer. Seperti halnya orang lain yang penasaran, begitu juga dengan kluarga ini. Awalnya hanya kedua anak lelakinya saja yang menggunakan situs baru ini. Tapi belakangan sang suami tertarik juga dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan situs ini juga. Disinilah masalah dimulai..

Semakin hari, sang suami semakin keranjingan hingga hampir lupa waktu. Beruntung sang istri setia untuk mengingatkan agar tidak lupa daratan. Tapi manusia memiliki batas kesabaran, karena penasaran dengan apa yang dilakukan suaminya, sang istri diam-diam melihat halaman profil sang suami di situs pertemanan itu dengan bantuan anak lelakinya.

Ternyata, sang suami mulai kontak dengan mantan pacarnya di masa lalu. Sang istri merasa cemburu dan mengadu pada sang suami. Namun beruntung, sang suami mengalah dan mau menghentikan kegiatannya tadi, walaupun sempat sedikit menyalahkan anak lelakinya yang membantu sang istri membuka milik pribadi sang suami.

Beberapa bulan berlalu, ternyata cemburu sang istri belum usai. Sang istri melihat suaminya terlalu sering berkutat dengan handphonya. Akhirnya sang istri curiga dan mulai memeriksa handphone sang suami. Ternyata memang benar bahwa sang suami kembali mengontak teman lamanya itu. Cekcok pun kembali pecah diantara mereka.

Akhirnya keharmonisan keluarga yang telah lama terjalin terpecah dan ternoda hanya karena masalah yang sepele. Apalagi, itu merupakan buntut dari demam atau mengikuti tren yang ada..

10 Agustus 2009

Pertanyaan untuk drama penggerebekan 18 jam di Temanggung

Kita tentu masih ingat dengan drama penggerebekan rumah teroris di daerah Temanggung Jawa Tengah, yang diperkirakan sebagai tempat persembunyian Noordin M Top, gembong teroris yang paling dicari di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, drama penggerebekan itu berlangsung selama 18 jam, sebuah waktu yang tidak singkat. Dari drama penggerebekan ini lantas muncul beberapa hal yang patut dipertanyakan.

1. Mengapa proses penggerebekan berlangsung lama sekali ?
Pengepungan rumah yang diperkirakan sebagai markas teroris itu dimulai sejak hari jumat 7 Agustus 2009 sekitar pukul 15.00. Diberitakan bahwa terjadi perlawanan dari dalam rumah, sehingga terjadi adu tembak. Awalnya aku mengira polisi akan membekuknya dalam waktu beberapa jam saja. Namun yang terjadi, polisi tampak 'mengulur-ulur' waktu. Sehingga rumah itu baru dimasuki pada sabtu 8 Agustus 2009 sekitar pukul 09.45. Mereka beralasan bahwa mereka ingin berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan. Dan mereka memperkirakan pelaku teroris di dalam rumah itu memiliki bom sehingga bisa saja mereka meledakkan diri saat polisi memasuki rumah itu Tapi apa perlu sampai waktu 18 jam ?? Apa yang dilakukan polisi selama 18 jam itu ?
Menurutku waktu yang begitu lama sangatlah tidak efektif. Bukankah masih banyak cara lain untuk melumpuhkan teroris sebelum polisi menyerbu ke dalam rumah ? Misalnya saja dengan memasukkan gas tidur kedalam rumah sehingga pelaku lumpuh dan tidak bisa mengaktifkan bom bunuh dirinya atau dengan cara-cara lain yang lebih cepat dan tepat, yang aku yakin para polisi bisa melakukannya. Bukankah itu lebih efektif dan mengemat waktu ?

2. 18 Jam hanya untuk melumpuhkan 1 orang ?
Awalnya polisi menyebutkan ada setidaknya 3 orang didalam rumah tersebut. Namun betapa kecewanya aku saat ternyata polisi hanya membawa sebuah kantung jenazah dari rumah itu. Ya, ternyata hanya ada 1 orang di dalam rumah itu. Dan polisi butuh waktu 18 jam HANYA untuk melumpuhkan 1 orang. Memang orang tersebut memberikan perlawanan yang gigih, tapi apakah polisi begitu kewalahan menghadapinya ? Apalagi polisi memiliki perelengkapan dan persenjataan yang LEBIH lengkap dari para teroris tersebut.
Jika memang ternyata benar ada 3 orang di dalam rumah tersebut, toh polisi masih memilki perlengkapan yang lebih lengkap dan jumlah personel yang lebih banyak. Jadi seharusnya polisi bisa memiliki berbagai cara untuk mengatasinya. Dan lagi, waktu 18 jam yang sebagian besar malam hari itu bisa saja dimanfaatkan para teroris tersebut untuk kabur sehingga hanya menyisakan 1 orang didalamnya. Mungkin saja kan ?

3. Mengapa ada warga yang belum di-evakuasi ?
Polisi menyatakan bahwa warga di sekitar situ dalam radius 1 km dari rumah tersebut telah di evakuasi. Namun nyatanya, saat adu tembak terjadi, beberapa warga yang berada di rumah yang jaraknya 100 meter hingga 50 meter dari rumah teroris tersebut masih terjebak didalamnya. Beberapa warga tersebut menyatakan, mereka disuruh untuk tetap berada di dalam rumah oleh para polisi. Baru beberapa jam kemudian polisi menyuruh mereka untuk pergi.
Tindakan polisi ini patut dipertanyakan juga. Mengapa polisi membiarkan ada warga yang berada dalam jarak begitu dekat dengan lokasi adu tembak ? Akibatnya, beberapa warga tersebut (bahkan ada beberapa anak kecil juga) mengaku trauma dan takut. Jelas saja mereka takut, mereka mendengar bahkan menyaksikan sendiri adu tembak dalam jarak yang amat sangat dekat dengan mereka.

4. Apakah waktu selama 18 jam itu untuk menarik perhatian publik ?
Waktu penggerebekan yang berlangsung selama 18 jam itu menimbulkan spekulasi lain, yaitu apakah polisi sengaja mengulur waktu untuk menarik perhatian dan simpati publik ? Pihak Intelijen dan Kepolisian yang merasa 'kecolongan' dengan adanya ledakan bom di Ritz Carlton dan JW Marriot berusaha untuk memulihkan nama baiknya sehingga perlu adanya tindakan nyata dan 'heroik'. Maka saat polisi memperkirakan mereka menemukan persembunyian Noordin M Top, mereka langsung menarik perhatian media. Dengan segera, berita tersebut di'eksplosif' oleh media dan publik menaruh harapan besar terhadap pihak Kepolisian.
Saat proses penggerebekan berlangsung, setiap momen diabadikan dan dipublikasikan oleh media sehingga yang tampak adalah 'Polisi bertindak secara heroik untuk melumpuhkan teroris'. Maka secara otomatis, nama Intelijen dan Kepolisian terangkat kembali. Apakah benar seperti itu ??

5. Bukan Noordin M Top ??
Terakhir, kita bertanya-tanya, siapakah orang yang ada didalam rumah tersebut ? Saat penggerebekan, polisi sempat menyatakan bahwa orang tersebut adalah Noordin M Top. Namun belakangan, dalam konferensi pers setelah penggerebekan, polisi menyatakan belum berani mengungkapkan identitas teroris tersebut.
Mengapa polisi sebelumnya berani menyatakan bahwa itu adalah Noordin M Top ? Apakah ada bukti-bukti kuat yang menunjukkan bahwa didalam rumah tersebut terdapat Noordin M Top ? Memang disaat proses penggerebekan terjadi, polisi sempat menanyakan identitas teroris tersebut melalui pengeras suara dan teroris tersebut mengatakan bahwa dirinya adalah Noordin M Top. Lantas apakah polisi percaya begitu saja ? Logikanya, tidak ada seorang pencuri yang mau mengaku dirinya adalah pencuri. Apalagi dalam hal ini, Noordin M Top adalah seorang buronan kelas kakap, mana mungkin dia mengaku begitu saja ?
Lagi-lagi kita berspekulasi, apakah polisi sengaja menyatakan bahwa mereka menemukan Noordin M Top untuk menarik perhatian publik ?? Seperti pertanyaan nomor 4 tadi, apakah mungkin ini dilakukan untuk mengembalikan nama baik Intelijen dan Kepolisian ?

Namun, terlepas dari semua dugaan dan spekulasi tadi, aku mengucapkan selamat kepada pihak Kepolisian, dalam hal ini Densus 88, yang telah berhasil menangkap dan membunuh teroris di daerah Temanggung Jawa tengah dan Jati Asih Bekasi, sabtu yang lalu. Dan tentu saja kita juga harus berterima kasih kepada pihak Intelijen dan Kepolisian yang telah berusaha keras untuk memberantas terorisme dari negeri ini.

Perlu diingat, hal-hal yang diungkapkan diatas hanyalah sebatas pendapat dari aku pribadi. Dan aku tidak pernah bermaksud untuk menjelek-jelekkan pihak manapun. Aku memohon maaf jika ada pihak-pihak yang merasa tersinggung karena tulisan ini. Tapi sekali lagi, ini hanyalah sebuah pendapat dan pemikiranku belaka.

08 Agustus 2009

Kisah aneh tapi nyata..

Sore ini rencananya aku akan pergi berkunjung ke rumah salah seorang temanku. Setelah bersiap2, maka aku menuju mobil escudo-ku. Saat aku menyalakan mobil, semuanya masih tampak normal saja, dan aku langsung berangkat. Namun, baru saja aku keluar dari komplek, tiba2 mobilku mati. Segera kunyalakan lagi mesinnya dan kembali melaju. 'Ah, cuma kebetulan, mungkin tadi nginjek koplingnya kurang dalam' pikirku. Namun sejurus kemudian, mobilku kembali mati. Aku baru sadar ada yang tidak beres. Setelah diperhatikan ternyata mesin mobilnya mati jika pedal gas-nya kulepas. Aku mulai panik, karena berarti ada yang salah dengan mobilnya. Jadi setiap kali aku melepas pedal gas dan menginjak rem, mesin pasti mati. Tentu saja setiap kali mesin mati, mobil berhenti dan pengemudi di belakang marah-marah. Aku semakin panik. Akhirnya kuputuskan untuk menepikan mobil.

Di pinggir jalan, aku mencoba memeriksa apa yang salah. Dan berkali-kali aku mencoba tetap selalu begitu, mesin mati saat kulepas pedal gas. Sesaat terlintas untuk memeriksa kap mesin, tapi mengingat aku di pinggir jalan dan sendirian, aku jadi teringat kasus perampokan mobil atau kasus-kasus sejenis lainnya. Maka aku mengurungkan niatku dan segera teringat bahwa tidak jauh dari situ ada sebuah supermarket ternama dan ada tempat parkirnya. Aku berpikir pasti lebih aman untuk memeriksa mobil di dalam tempat parkir. Akhirnya aku pergi kesana dan segera memeriksa kap mesin. Namun setelah beberapa kali mencoba tetap saja tidak berhasil, dan karena lelah aku pergi sbntr membeli minuman. setelah itu kembali kucoba tapi tetap tidak berhasil, akhirnya aku menyerah dan memutuskan untuk kembali pulang mumpung jaraknya belum terlalu jauh dari rumah.

Di perjalanan pulang, aku berusaha keras agar mesin tidak mati lagi ditengah jalan. Hatiku sedikit lega saat aku sudah masuk ke dalam komplek rumahku. Karena masih penasaran, aku coba lagi melepas pedal gas dan ternyata mesin masih kembali mati. Aku berniat untuk kembali memeriksanya begitu sampai di rumah. Namun begitu aku berhenti di depan pagar halaman rumah, tepat di depannya persis dan berhenti untuk membuka pagar ternyata mesin mobilnya tidak mati lagi sewaktu aku melepas pedal gas !!! Karena kupikir itu hanya kebetulan, kucoba skali lagi dan semuanya kembali normal. Bahkan aku sengaja berputar-putar di dalam komplek untuk memastikannya lagi, dan semuanya tampak kembali normal lagi !!! OMG !! Aneh sekali !

Karena sudah terlanjur lelah, kuputuskan untuk pulang dan tidak jadi pergi kerumah temanku. Sebenarnya terlintas satu hal lagi di pikiranku, mengapa tampaknya ada suatu 'kesengajaan' yang membuat aku tidak bisa pergi ke rumah temanku ? Apakah ini memang sebuah pertanda agar aku tidak pergi ? Apakah akan ada suatu kejadian yang menimpaku jika aku pergi ? Dan 'sesuatu' ini berusaha untuk mencegah agar aku tidak mengalami kejadian itu ? Ataukah ini semua hanya suatu kebetulan belaka ??

Begitu banyak misteri yang tidak terjawab dalam hidup, dan ini menambah daftar panjang misteri itu, setidaknya dalam hidupku...

04 Agustus 2009

Keisengan anak kecil yang merugikan

Dunia anak kecil adalah dunia yang penuh canda dan tawa. Kadang-kadang tingkah anak kecil memang dapat membuat kita tersenyum, tapi terkadang juga tingkahnya dapat membuat kita kesal. Seperti juga pengalaman yang kudapatkan hari ini.

Sore tadi aku bersama adikku hendak mencari alamat di daerah cimindi, gunung batu. Saat mobilku sedang mencari alamat yang dituju, aku melintasi dua orang bocah laki-laki yang kira2 berumur 10 tahun dan memakai seragam SD. Salah satunya sedang memegang tongkat kecil yang ujungny diikat tali dan diujung tali tersebut tergantung sebuah bongkah kayu. Aku tidak tahu untuk apa tongkat itu dan aku tidak peduli. Saat mobil melintasi mereka, aku melihat dari kaca spion, salah satu dr mereka melemparkan sesuatu kearah ban mobil. Aku tidak tahu apa yang dilemparkannya, tapi aku berharap bukan sesuatu yang berbahaya untuk ban mobil. Sesaat ada sedikit rasa kesal muncul, tapi kemudian aku berpikir 'ah cuma iseng anak kecil aja' dan terus melanjutkan pencarian.

Tidak lama kemudian, ternyata aku sudah berputar melewati daerah itu kembali karena alamatnya belum kami temukan juga. Tiba-tiba aku kembali melintas dua anak kecil yang tadi, dan kini aku memperhatikan seraya waspada dengan apa yang akan dilakukannya lagi. Benar saja, tiba-tiba dengan sengaja mereka melemparkan tongkat yang tadi mereka bawa. 'Duk !!' bunyi keras dari hantaman tongkat yang mengenai bagian belakang mobil. Saat itu juga, aku sudah tidak bisa meredam emosiku lagi dan segera membunyikan klakson keras2 seraya membuka jendela dan berteriak kepada mereka. Namun keduanya keburu kabur sebelum aku sempat turun dari mobil.

Mungkin mereka berpikir itu hanya iseng dan becanda. Tapi apakah itu lucu ? apakah itu suatu hal yang pantas dilakukan ? Bagaimana jika ternyata lemparan mereka mengenai kaca mobil dan pecah ? apa mereka mau mengganti kerugiannya ?? Memang mereka hanya anak kecil, tapi tetap saja tindakan itu sangat merugikan dan tidak pantas dilakukan. Seharusnya orang tua mereka bisa mendidiknya dengan lebih baik lagi..

Ada harga ada barang

Ada harga ada barang, selalu ada harga yang harus dibayar utk sesuatu yang kita inginkan. Begitu juga dengan perjuangan ini, walaupun kemarin aku telah dibuat marah dan kesal, tapi aku sadar inilah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Dan aku sadari jalan ini masih panjang serta tidak mudah. Aku tidak boleh menyerah !

02 Agustus 2009

Dilema

Dalam diam aku berkata
'salahkah apa yang kulakukan ?'

Kini aku mengerti makna diam adalah emas
karena saat lidah berkelit, fakta pun diputarbalikkan

Tapi aku kembali bertanya dalam diam
'salahkah aku ?'

Bukan mauku berkata dusta, dan bukan mauku pula berkata sebenarnya
aku hanyalah korban dari sebuah perselisihan
korban dari rasa ingin tahu dan kecemburuan
korban dari salah paham dan ketidaktahuan

Kini aku disalahkan dengan apa yang kuperbuat
Terjepit diantara dua sosok yang berselisih
Aku mungkin tidak salah, tapi juga tidak benar

dan kembali aku terdiam
merenungkan semua ini
tak ingin lagi terlibat disini
lalu kumaknai arti 'diam itu emas'