04 Oktober 2010

Think less, Do more

Pernah ga kalian ngerasa pengen ngelakuin sesuatu tapi kepikiran “aduh nanti kalo gini gimana ? Aduh nanti kalo ternyata gitu gimana ?” dan lain sebagainya, pada akhirnya malah kita tunda terus dan malah ujung-ujungnya ga jadi kita lakuin. Untuk melakukan sesuatu memang kita harus slalu berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya atau apa konsekuensi dari hal yang kita lakuin, tapi yang jadi masalah adalah saat kita terlalu banyak berpikir sehingga akhirnya rencana kita tidak terlaksana.

Orang tua kita selalu berpesan agar kita selalu memikirkan matang-matang tiap tindakan atau keputusan yang akan kita ambil, pikirkan apa resiko dari tiap tindakan yang kita ambil. Tetapi jika terlalu banyak berpikir maka kita justru akan menjadi ragu dan pada akhirnya menjadi tidak jelas. Padahal banyak orang-orang yang sukses justru karena mereka tidak berpikir terlalu panjang terhadap tindakan yang mereka ambil.

Misalnya saja, kita ingin menyatakan perasaan kita kepada orang yang kita suka. Tapi kemudian kita berpikir “Duh gimana kalo nanti ditolak ? gimana kalo dia trnyata udah punya pacar ? Trus kalo nanti ditolak, hubungan kita jadi kayak gimana ya ?” dan lain sebagainya hingga akhirnya kita jadi menyatakan perasaan kita karena ‘takut ini itu’ akibat terlalu banyak berpikir.

Bukan berarti kita harus selalu bertindak sembrono dalam segala hal, tapi kurangi porsi berpikir dan segeralah bertindak. Misalnya biasanya kita berpikir berkali kali sebelum bertindak, cukuplah kita berpikir sekali dua kali lalu segera bertindak. Artinya tidak perlu memikirkan lima langkah di depan, tapi cukup pikirkan dua langkah di depan kita.

Setiap tindakan pasti ada resikonya, yang ada hanyalah resikonya besar atau kecil. Jadi kita harus siap menerima resiko apa yang akan kita hadapi. Jangan sampai kita takut bertindak karena kita takut akan resiko yang akan terjadi. Apalagi jangan jadikan takut akan resiko sebagai penghalang kita untuk terus maju. So think less, do more !