Lagi-lagi ospek atau mos menelan korban jiwa, seorang mahasiswa ITB jurusan teknik Geodesi meninggal dunia saat mengikuti kegiatan ospek di daerah Lembang. Lebih tragisnya lagi, pihak universitas tidak mengetahui adanya kegiatan ini, sehingga ini adalah kegiatan yang bersifat liar.
Ini menambah daftar panjang mahasiswa-mahasiswa baru yang menjadi korban ospek..
Tradisi ospek sudah berjalan bertahun-tahun, turun temurun. Tradisi ini sebenarnya merupakan warisan jaman penjajahan dulu. Parahnya, ospek biasanya dibarengi dengan tindakan kekerasan. Mahasiswa baru yang mendapatkan ospek dari seniornya biasanya merasa dendam dan akhirnya ingin membalas kepada juniornya nanti. Akhirnya perasaan dendam seperti ini terjadi terus menerus dan turun temurun menyebabkan kegiatan ospek tidak bisa dihentikan. Padahal sebenarnya jika ingin 'membalas dendam', lebih tepat jika ditujukan kepada senior yang dulu melakukan ospek kepada kita, bukan kepada junior kita lagi.
Intinya, untuk menghentikan kegiatan ospek yang sudah turun temurun ini, harus ada satu generasi yang berani dan berlapang dada untuk tidak 'membalaskan dendamnya' kepada juniornya kelak. Kesadaran dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk dapat mewujudkannya..
Akankah kita mengospek junior kita lagi ?
Ini menambah daftar panjang mahasiswa-mahasiswa baru yang menjadi korban ospek..
Tradisi ospek sudah berjalan bertahun-tahun, turun temurun. Tradisi ini sebenarnya merupakan warisan jaman penjajahan dulu. Parahnya, ospek biasanya dibarengi dengan tindakan kekerasan. Mahasiswa baru yang mendapatkan ospek dari seniornya biasanya merasa dendam dan akhirnya ingin membalas kepada juniornya nanti. Akhirnya perasaan dendam seperti ini terjadi terus menerus dan turun temurun menyebabkan kegiatan ospek tidak bisa dihentikan. Padahal sebenarnya jika ingin 'membalas dendam', lebih tepat jika ditujukan kepada senior yang dulu melakukan ospek kepada kita, bukan kepada junior kita lagi.
Intinya, untuk menghentikan kegiatan ospek yang sudah turun temurun ini, harus ada satu generasi yang berani dan berlapang dada untuk tidak 'membalaskan dendamnya' kepada juniornya kelak. Kesadaran dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk dapat mewujudkannya..
Akankah kita mengospek junior kita lagi ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar